Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Soal dan Jawaban Seputar Manajemen Rantai Pasokan

Soal PG Manajemen Rantai Pasokan

1. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan langkah dalam manajemen persediaan dalam rantai pasokan?
A. Menerapkan "just-in-time" (JIT).
B. Memiliki persediaan cadangan yang besar.
C. Menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity).
D. Menggunakan teknologi informasi untuk memonitor persediaan.

Jawaban: 
B. Memiliki persediaan cadangan yang besar.


2. Apa yang dimaksud dengan "push-based supply chain" dalam konteks rantai pasokan?
A. Rantai pasokan yang hanya merespon permintaan pelanggan.
B. Rantai pasokan yang mengandalkan metode peramalan permintaan.
C. Rantai pasokan yang tidak memerlukan perencanaan permintaan.
D. Rantai pasokan yang hanya berfokus pada produksi.

Jawaban: 
B. Rantai pasokan yang mengandalkan metode peramalan permintaan.


3. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan langkah dalam "vendor selection process"?
A. Menilai kualitas produk.
B. Hanya mempertimbangkan harga terendah.
C. Mengukur kapasitas produksi pemasok.
D. Memeriksa reputasi pemasok.

Jawaban: 
B. Hanya mempertimbangkan harga terendah.


4. Apa yang dimaksud dengan "agile supply chain" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Rantai pasokan yang hanya berfokus pada efisiensi operasional.
B. Rantai pasokan yang tidak responsif terhadap perubahan permintaan.
C. Rantai pasokan yang mampu merespon perubahan dengan cepat dan efektif.
D. Rantai pasokan yang hanya berfokus pada persediaan besar.

Jawaban: 
C. Rantai pasokan yang mampu merespon perubahan dengan cepat dan efektif.


5. Salah satu alat yang digunakan dalam manajemen rantai pasokan adalah "balanced scorecard". Apa fungsi utama dari alat ini?
A. Hanya mempertimbangkan kinerja finansial.
B. Mengabaikan faktor-faktor non-finansial.
C. Mengukur kinerja dari berbagai aspek, seperti finansial, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.
D. Menghindari kerjasama dengan pemasok.

Jawaban: 
C. Mengukur kinerja dari berbagai aspek, seperti finansial, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.


6. Apa yang dimaksud dengan "single point of failure" dalam konteks rantai pasokan?
A. Pemasok tunggal yang tidak dapat diandalkan.
B. Pemasok yang memiliki kapasitas produksi yang besar.
C. Titik dalam rantai pasokan yang berisiko tinggi dan dapat menghambat aliran.
D. Metode produksi yang tidak efisien.

Jawaban: 
C. Titik dalam rantai pasokan yang berisiko tinggi dan dapat menghambat aliran.


7. Manakah dari berikut ini yang merupakan manfaat dari implementasi "cross-functional teams" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Mengabaikan komunikasi antar tim.
B. Meningkatkan kompleksitas dalam rantai pasokan.
C. Meningkatkan kolaborasi antara berbagai departemen dalam organisasi.
D. Mengurangi koordinasi antar departemen.

Jawaban: 
C. Meningkatkan kolaborasi antara berbagai departemen dalam organisasi.


8. Apa yang dimaksud dengan "lean supply chain" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Rantai pasokan yang mengandalkan persediaan besar.
B. Rantai pasokan yang hanya berfokus pada produksi.
C. Rantai pasokan yang menghilangkan semua tahapan produksi.
D. Rantai pasokan yang fokus pada menghilangkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi.

Jawaban: 
D. Rantai pasokan yang fokus pada menghilangkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi


9. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan langkah dalam manajemen risiko dalam rantai pasokan?
A. Mengandalkan satu pemasok utama.
B. Identifikasi risiko potensial.
C. Mengembangkan strategi pengelolaan risiko.
D. Melakukan simulasi risiko.

Jawaban: 
A. Mengandalkan satu pemasok utama.


10. Apa manfaat dari penggunaan "collaborative platforms" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Mengurangi kerjasama dengan pemasok.
B. Memaksimalkan persediaan produk.
C. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam rantai pasokan.
D. Mengurangi transparansi dalam rantai pasokan.

Jawaban: 
C. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam rantai pasokan


11. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan tujuan dari manajemen rantai pasokan yang efektif?
A. Meningkatkan biaya produksi.
B. Mengoptimalkan persediaan produk.
C. Meningkatkan respons terhadap permintaan pelanggan.
D. Meningkatkan efisiensi operasional.

Jawaban: 
A. Meningkatkan biaya produksi.


12. Apa yang dimaksud dengan "critical path" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Jalur yang paling penting dalam rantai pasokan.
B. Metode pembelian yang hanya menggunakan pemasok kritis.
C. Metode produksi yang paling efisien.
D. Metode transportasi yang paling cepat.

Jawaban: 
A. Jalur yang paling penting dalam rantai pasokan.


13. Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan prinsip utama dalam "lean thinking" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Menghilangkan pemborosan.
B. Mengoptimalkan persediaan produk.
C. Fokus pada nilai bagi pelanggan.
D. Meningkatkan efisiensi operasional.

Jawaban:
B. Mengoptimalkan persediaan produk.


14. Apa yang dimaksud dengan "value stream mapping" dalam manajemen rantai pasokan?
A. Pemetaan jalur distribusi dalam rantai pasokan.
B. Pemetaan nilai bagi pelanggan dalam rantai pasokan.
C. Pemetaan aliran barang dari pemasok ke konsumen.
D. Pemetaan biaya produksi dalam rantai pasokan.

Jawaban: 
B. Pemetaan nilai bagi pelanggan dalam rantai pasokan.


15. Manakah dari berikut ini yang merupakan tujuan utama dari manajemen rantai pasokan yang efisien?
A. Meningkatkan biaya produksi.
B. Menghindari risiko.
C. Mengabaikan kolaborasi dengan pemasok.
D. Meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan nilai.

Jawaban: 
D. Meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan nilai.