Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Soal dan Jawaban Mengenai Studi Kelayakan Bisnis

Soal (Esai) Studi Kelayakan Bisnis

1. Apa yang dimaksud dengan "analisis titik lemah" dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Analisis titik lemah adalah evaluasi terhadap aspek-aspek yang mungkin menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan bisnis.


2. Bagaimana mengidentifikasi peluang pasar global dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Identifikasi peluang pasar global melibatkan penelitian pasar global, regulasi perdagangan internasional, dan preferensi konsumen global.


3. Apa peran analisis risiko sosial dalam studi kelayakan bisnis yang melibatkan CSR (Corporate Social Responsibility)?

Jawaban: 
Analisis risiko sosial membantu mengidentifikasi bagaimana tindakan bisnis yang terkait dengan CSR dapat memengaruhi citra perusahaan dan hubungannya dengan masyarakat.


4. Bagaimana menghitung tingkat kegagalan proyek dalam analisis risiko?

Jawaban: 
Tingkat kegagalan proyek dapat dihitung dengan membandingkan proyeksi hasil positif dengan kemungkinan hasil negatif yang teridentifikasi dalam analisis risiko.


5. Apa yang dimaksud dengan "bottleneck" dalam konteks analisis risiko operasional?

Jawaban: 
Bottleneck adalah titik dalam operasi bisnis yang memiliki kapasitas terbatas dan dapat menjadi risiko jika tidak dikelola dengan baik.


6. Bagaimana analisis kebutuhan sumber daya manusia memengaruhi studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Analisis kebutuhan sumber daya manusia membantu menentukan jumlah, keterampilan, dan pengelolaan tenaga kerja yang diperlukan dalam bisnis.


7. Jelaskan bagaimana volatilitas pasar dapat memengaruhi studi kelayakan bisnis.

Jawaban: 
Volatilitas pasar dapat memengaruhi proyeksi keuangan dan tingkat risiko, yang dapat berdampak pada hasil studi kelayakan bisnis.


8. Bagaimana mengidentifikasi dan mengelola risiko politik dalam studi kelayakan bisnis yang melibatkan bisnis internasional?

Jawaban: 
Identifikasi risiko politik melibatkan penilaian stabilitas politik di negara target dan potensi perubahan kebijakan yang dapat memengaruhi bisnis.


9. Apa peran penilaian dampak lingkungan dalam studi kelayakan bisnis proyek konstruksi?

Jawaban: 
Penilaian dampak lingkungan membantu menilai konsekuensi lingkungan dari proyek konstruksi dan menentukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.


10. Bagaimana analisis keuangan dapat membantu menilai skala proyek yang layak?

Jawaban: 
Analisis keuangan dapat membantu menilai apakah ukuran proyek dan tingkat investasi yang dibutuhkan sebanding dengan potensi keuntungan.


11. Jelaskan peran "analisis sensitivitas" dalam mengukur risiko dalam studi kelayakan bisnis.

Jawaban: 
Analisis sensitivitas membantu mengukur bagaimana perubahan dalam parameter kunci dapat mempengaruhi hasil proyek.


12. Bagaimana mengidentifikasi risiko regulasi dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Identifikasi risiko regulasi melibatkan pemahaman peraturan dan kebijakan yang berlaku dan potensi perubahan dalam regulasi yang dapat memengaruhi bisnis.


13. Apa peran analisis keterkaitan dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Analisis keterkaitan membantu menilai bagaimana proyek tersebut dapat berinteraksi dengan proyek atau faktor-faktor lain di lingkungan yang sama.


14. Bagaimana mengukur risiko reputasi dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Risiko reputasi dapat diukur dengan mengevaluasi bagaimana tindakan bisnis atau hasil yang mungkin dapat mempengaruhi citra dan reputasi perusahaan.


15. Jelaskan konsep "strategi keluar" dalam konteks studi kelayakan bisnis.

Jawaban: 
Strategi keluar adalah rencana tentang bagaimana pemilik bisnis akan mengakhiri atau menjual bisnis jika diperlukan.


16. Apa yang dimaksud dengan "analisis skenario" dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Analisis skenario melibatkan pengevaluasian berbagai situasi atau skenario yang mungkin terjadi dan dampaknya terhadap proyek.


17. Bagaimana mengidentifikasi risiko ketergantungan pada pemasok dalam studi kelayakan bisnis?

Jawaban: 
Identifikasi risiko ketergantungan pada pemasok melibatkan penilaian sejauh mana bisnis bergantung pada pemasok tertentu dan risiko yang terkait dengan ketergantungan tersebut.