Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

12 Soal dan Jawaban Mengenai Sistem Kekebalan Tubuh

Soal (Esai) Sistem Kekebalan Tubuh

1. Bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons transplantasi organ dan mengapa imunosupresan diperlukan?

Jawaban: 
Sistem kekebalan tubuh dapat menolak organ transplantasi sebagai benda asing, sehingga imunosupresan diperlukan untuk menghambat respons imun yang merugikan.


2. Jelaskan peran sel-sel B dalam respons kekebalan tubuh dan produksi antibodi.

Jawaban: 
Sel-sel B adalah sel darah putih yang memproduksi antibodi sebagai respons terhadap antigen, membantu melawan patogen dan membentuk memori imunologis.


3. Apa yang dimaksud dengan imunitas silang (cross-immunity)?

Jawaban: 
Imunitas silang terjadi ketika kekebalan tubuh terhadap satu patogen memberikan perlindungan sebagian atau sepenuhnya terhadap patogen lain yang memiliki kemiripan struktural atau antigenik.


4. Jelaskan konsep imunisasi dan bagaimana itu membantu melindungi tubuh dari penyakit.

Jawaban: 
Imunisasi melibatkan pemberian vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh, memberikan perlindungan aktif dan meminimalkan risiko penyakit tertentu.


5. Apa saja pertahanan tubuh itu ?

Jawaban:
Sebagai makhluk hidup, manusia akan mengalami kontak dengan makhluk hidup lain yang ada di sekelilingnya. Kontak yang biasa terjadi yaitu dengan mikroorganisme dan parasit, tetapi tubuh manusia telah dilengkapi dengan sistem pertahanan tubuh. Sel darah putih berperan karena bersifat fagosit, dapat melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Limfosit berperan membentuk antibodi, demikian pula plasma darah yang dialirkan khusus dalam pembuluh limfe menghasilkan antibodi. Selain limfosit, monosit juga memproduksi makrofag untukmencegah zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Ada yang lainnya juga, di antaranya sel kupffer, beta lysin, Lysozime, dan interferon. Semua antibodi tersebut berperan melawan antigen. Pertahanan tubuh selanjutnya disebut imunitas, dan upaya membangkitkan pertahanan tubuh disebut imunisasi. Imunisasi terdiri atas imunisasi alami dan imunisasi buatan. Imunisasi buatan dilakukan melalui vaksinasi


6. Antigen yang terikat akan mempermudah makrofag untuk lebih mudah menangkap dan menghancurkan patogen tersebut. Terdapat beberapa cara antibodi dalam menghadapi antigen yaitu:

Jawaban:
a. Netralisasi, yaitu antibodi memblokir tempat-tempat dimana antigen seharusnya berikatan dengan sel inang. Selain itu antibodi menetralkan bakteri beracun dengan menyelubungi bagian beracunya sehingga makrofag dapat dengan mudah memfagositnya.
b. Penggumpalan atau aglutinasi patogen atau antigen sehingga memudahkan makrofag dalam menjalankan aktivitas fagositnya terhadap patogen.
c. Pengendapan, yaitu dilakukan pada antigen terlarut oleh antibodi yang menyebabkan antigen terlarut tidak dapat bergerak sehingga mudah ditangkap makrofag.
d. Antibodi bekerja sama dengan protein komplemen dimana antibodi berikatan dengan antigen akan mengaktifkan protein komplemen untuk membentuk pori atau lubang pada sel patogen.


7. Limfosit T dibentuk di dalam sumsum tulang dan menuju ke kelenjar timus untuk mengalami diferensiasi lebih lanjut, sel T berperan dalam kekebalan selular yaitu dengan menyerang sel penghasil antigen secara langsung, sel T juga turut membantu produksi antibodi oleh sel B plasma, sel T dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

Jawaban:
a. Sel T pembunuh (sel T sitotoksik), berfungsi menyerang patogen dan mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh, yaitu sel tubuh yang terinfeksi.
b. Sel T pembantu (sel T penolong) berfungsi menstimulasikan pembentukan sel T jenis lainnya serta sel B plasma, serta mengaktifkan dapat mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis.
c. Sel T supressor, berfungsi menghentikan respon imun yaitu setelah infeksi berhasil ditanggulangi.


8. Sel B dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu?

Jawaban:
a. Sel B plasma, berfungsi untuk memproduksi antibodi.
b. Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh dan menstimulasi sel Limfosit B plasma jika terjadi infeksi kedua.
c. Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat dalam jumlah yang banyak serta cepat.


9. Jelaskan konsep memori imunologis dalam kekebalan tubuh adaptif.

Jawaban: 
Memori imunologis adalah kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan mengingat patogen tertentu, memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif pada paparan berikutnya.


10. Apa yang dimaksud dengan transplantasi organ dan bagaimana sistem kekebalan tubuh terlibat dalam proses tersebut?

Jawaban: 
Transplantasi organ melibatkan pemindahan organ dari satu individu ke individu lainnya. Sistem kekebalan tubuh dapat menolak organ transplantasi sebagai benda asing, sehingga memerlukan pengelolaan imunosupresan.


11. Jelaskan bagaimana sel-sel kekebalan bekerja bersama dalam respons kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Jawaban: 
Sel-sel kekebalan bekerja bersama dengan mengenali, menargetkan, dan menghancurkan patogen, serta mengaktifkan respons kekebalan adaptif untuk membentuk memori imunologis.


12. Apa peran tonsil dalam sistem kekebalan tubuh?

Jawaban: 
Tonsil berperan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi pada saluran pernapasan dan saluran pencernaan.